Topik Gaya Hidup Berkelanjutan

Deretan leuit atau lumbung padi tradisional bambu berdiri kokoh di Kasepuhan Ciptagelar sebagai penyimpan cadangan pangan warga yang tahan hingga puluhan tahun.

Nusantara

Menemukan Harmoni Kehidupan di Ciptagelar: Rahasia Kedaulatan Pangan dan Teknologi Ramah Lingkungan

Nusantara | Jumat, 25 September 2026 - 07:06 WIB

Jumat, 25 September 2026 - 07:06 WIB

Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar di lereng Gunung Halimun berhasil membuktikan bahwa kedaulatan pangan dapat terwujud melalui tradisi menanam padi organik yang bertahan ratusan tahun. Di samping memegang teguh adat leluhur, warga desa mampu membangkitkan energi listrik mandiri serta mengelola stasiun penyiaran digital ramah lingkungan. Keharmonisan antara warisan budaya dan teknologi terbarukan ini menawarkan model hidup berkelanjutan yang sangat relevan bagi masa depan.

Seorang penenun perempuan di Sumba sedang merangkai benang bermotif tradisional dengan menggunakan teknik pewarnaan alami yang diwariskan secara turun-temurun.

Nusantara

Jejak Warna Alami dan Ketelitian Penenun Perempuan dalam Menjaga Warisan Sumba

Nusantara | Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Kain tenun ikat Sumba tetap bertahan di tengah arus busana cepat berkat ketelitian para penenun perempuan yang setia menggunakan bahan pewarna alami. Perpaduan kearifan lokal, pelestarian alam, dan pemanfaatan teknologi digital kini membawa warisan tekstil Nusantara ini menembus pasar mode internasional.

Seorang penenun perempuan di Desa Prailiu, Sumba Timur, sedang merangkai benang bermotif tradisional menggunakan alat tenun kayu sederhana. Pembuatan kain tenun ikat khas Sumba ini memanfaatkan bahan pewarna alami yang diekstrak langsung dari akar dan daun tumbuhan hutan setempat.

Nusantara

Menenun Waktu dan Filosofi Marapu di Tengah Sabana Eksotis Sumba Timur

Nusantara | Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Di tengah lanskap sabana Sumba Timur, para penenun perempuan terus memelihara warisan leluhur melalui pembuatan kain tenun berbahan warna alami yang memakan waktu hingga bertahun-tahun. Karya seni serat kain ini bukan sekadar pakaian biasa, melainkan manifestasi nilai spiritual Marapu serta simbol ketabahan yang kini makin memikat perhatian dunia fesyen berkelanjutan.